Apakah bahasa Inggrisnya masjid? Kamu pasti akan menjawab, "Mosque!"
Apakah kamu tahu mengapa masjid bisa disebut mosque dalam bahasa
Inggris?
Mungkin banyak yang belum mengetahuinya. Kayaknya ada hubungannya dengan
nyamuk, ya kan? Mosque hampir sama dengan mosquito alias nyamuk dalam
bahasa Inggris. Ya, dugaan kita betul, dan ternyata kata itu mengandung
penghinaan terhadap umat Islam. Mosquito alias nyamuk sebenarnya berasal
dari bahasa Spanyol.
Mengapa masjid diberi nama comotan dari nyamuk?
Begini sejarahnya: Saat Perang Salib terjadi, Raja Ferdinand berkata
bahwa mereka akan berangkat dan membasmi orang muslim "like mosquitoes"
("seperti nyamuk-nyamuk"). Maka, di mana lagi mereka dapat menemukan
muslim dalam jumlah yang cukup besar dan berkumpul untuk dibasmi jika
bukan di masjid?
Maka sejak itulah, masjid dikenal dengan sebutan "mosque" alias tempat
berkerumunnya 'nyamuk' yang siap dibasmi. Informasi ini terdapat dalam
buku The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam.
Seorang muslim bernama Haritha menyebarkan info ini di internet. Ia
meminta agar kaum muslim tidak menyebut masjid dengan mosque lagi karena
asal-usul penamaan itu.
"Dan marilah kita ganti kata itu dengan kata yang seharusnya: Masjid!
Tempat untuk Bersujud!! Bukan Mosque: tempat pembasmian!" begitu
tulisnya dalam emailnya.
Wallahu a'lam. Benarkah asal-usul nama ini? Benar atau tidak, Allah
telah menamakan tempat untuk beribadah kepada-Nya sebagai masjid. Dan
inilah yang harus kita gunakan karena inilahg nama yang telah Allah
berikan.
(Majalah El Fata / http://abuabdurrahmanalhanif.blogspot.com/2012/01/masjid-bukan-mosque.html)
SUMBER :
http://fadhlihsan.blogspot.com/
Selasa, 30 Oktober 2012
ISLAM, Awalnya Asing dan Akan Kembali dalam Keadaan Asing
At Tauhid edisi III/01
Oleh: Satria Buana
Sesungguhnya umat islam telah terdampar
di persimpangan jalan, mereka hidup dalam kesengsaraan yang tidak pernah
disaksikan oleh sejarah islam, telah berlalu banyak krisis dan bencana
yang silih berganti. Hal ini dikarenakan umat islam sekarang berada pada
kondisi yang lemah dan jauh dari syariat Allah Ta’ala yang
kokoh. Akibatnya kita dapatkan kaum muslimin sekarang kehilangan
sebagian negeri atau harta mereka. Mereka hidup dalam keadaan bimbang,
keguncangan, ketakutan dan rasa was-was.
Islam datang pada masa jahiliyah dalam
keadaan asing, dan telah datang masanya di mana islam saat ini dirasakan
asing oleh pemeluknya. Sungguh benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sesungguhnya
Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana
awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR Muslim).
Makna Asing
Definisi asing dalam hadits di atas
bukanlah mutlak diberikan bagi seorang yang tampil beda di tengah
masyarakatnya. Akan tetapi, asing di sini bermakna seorang muslim yang
melaksanakan syariat Islam dengan benar ketika masyarakat melupakannya.
Ketika ia melaksanakannya, masyarakat di sekitarnya mengingkarinya
bahkan menentangnya. Makna asing di sini dijelaskan dalam hadits lain
bahwasanya mereka adalah, “orang-orang yang berbuat kebajikan ketika
manusia rusak”, dan dalam riwayat lain mereka adalah, “orang-orang
shalih di antara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang
menyelisihi mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka”.
Makna Thuuba
Thuuba dalam hadits di atas
ditafsirkan secara berbeda, sebagian ulama menafsirkannya dengan nama
pohon di surga, sebagian mengatakan ia adalah kebaikan yang banyak,
sebagian mengatakan ia adalah surga. Akan tetapi, semua makna tersebut
adalah benar. Seorang muslim yang teguh di atas agamanya, berpegang pada
tuntunan Nabinya yang suci di saat manusia sudah melupakan tuntunan
tersebut, walaupun dia dicela, dihina, diasingkan karena melaksanakan
agama Allah maka Dia akan menyiapkan baginya kebaikan yang sangat
banyak.
Ahlussunnah adalah Kelompok Terasing
Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang
menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dalam seluruh perkara, baik dalam
ibadah, perilaku, dan dalam segala bidang kehidupannya. Oleh karena itu,
biasanya mereka menjadi orang-orang yang dipandang asing di tengah
masyarakatnya dikarenakan mereka menghidupkan sunnah yang sebelumnya
belum dikenal atau mereka menyelisihi adat istiadat setempat yang
berseberangan dengan syari’at. Maka Ahlus Sunnah adalah kelompok
terasing.
Para ulama biasa mensifati Ahlus Sunnah dengan keterasingan dan jumlah yang sedikit. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata kepada sahabat-sahabat beliau, “Wahai Ahlus Sunnah, lemah lembutlah kalian semoga Allah Ta’ala
merahmati kalian, karena kalian termasuk orang-orang yang paling
sedikit”. Yunus bin Ubaid rahimahullah berkata, ”Tidak ada satupun yang
lebih asing dari As-Sunnah dan orang yang mengenalnya”. Sufyan
At-Tsauriy rahimahullah berkata, ”Berbuat baiklah kepada Ahlus Sunnah karena mereka adalah orang-orang asing”.
Sunnah yang dimaksudkan di atas bukanlah
sebagaimana pengertian menurut ulama fiqh, yaitu sesuatu yang apabila
dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat
dosa. Namun yang dimaksud para ulama di atas dengan sunnah adalah jalan
hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beragama. Itulah jalan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
dan para sahabatnya berada di atasnya yaitu jalan yang terbebas dari
segala bentuk syubhat (virus pemikiran) dan syahwat (virus menginginkan
hal-hal yang Allah larang). Jadi tepatlah pengertian Ahlus Sunnah yang
dikatakan Al-Fudhail bin Iyaadh yaitu mereka adalah orang yang mengerti
tentang barang-barang halal apa saja yang masuk ke perutnya. Karena
memakan barang-barang yang halal merupakan perkara sunnah paling penting
yang dipegangi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
Keterasingan Islam Saat Ini
Saudaraku, saat ini telah terlihat bagaimana kebenaran sabda Nabi shalllahu ’alaihi wa sallam
di atas. Kaum muslimin saat ini yang sudah jauh dari agamanya
membolehkan berbagai perkara yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Allah
dan Rasul-Nya dan melarang perkara yang Allah dan Rasul-Nya perbolehkan.
Lihatlah contohnya perkara zina yang jelas-jelas dilakukan di depan
umum dan disebarluaskan. Masyarakat malah membiarkan perbuatan ini,
bahkan menyanjungnya pelakunya karena dia telah mengakui kesalahannya.
Sedangkan orang yang melakukan perbuatan yang jelas-jelas halalnya dalam
syari’at ini yaitu poligami malah dihujat, dicela bahkan dituduh
sebagai orang yang memperturutkan hawa nafsunya, wal’iyudzu billah. Inilah keterasingan Islam saat ini.
Wahai Dzat yang membolak-bolakkan hati,
tetapkan hati kami diatas agama-Mu, wahai dzat yang memalingkan hati,
palingkan hati kami pada ketaatan kepada-Mu. [Satria Buana]
SUMBER :
Konsultasi Agama Islam: Hukum Menjual kulit Hewan Qurban - Yufid.TV
Video ceramah tanya jawab agama Islam: Hukum menjual kulit hewan qurban.
Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar
DOWNLOAD GRATIS Mp3 Kumpulan Ceramah Pengajian Ustadz Aris Munandar, M.P.I di http://kajian.net
http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Aris%20Munandar
Rekaman Pengaruh Harta Haram pada Pribadi dan Masyarakat
Bismillah,
Alhamdulillah kami bisa menghadirkan rekaman kajian islam dengan tema..
Pengaruh Harta Haram pada Pribadi dan Masyarakat
AlUstadz DR. Erwandi Tarmizi,MA
@ Masjid Darul Hikam
Jl.Ir.H Juanda No.285 Dago Bandung
Ahad,28 Oktober 2012
Pukul:09.00-Dzuhur
DOWNLOAD
Alhamdulillah kami bisa menghadirkan rekaman kajian islam dengan tema..
Pengaruh Harta Haram pada Pribadi dan Masyarakat
AlUstadz DR. Erwandi Tarmizi,MA
@ Masjid Darul Hikam
Jl.Ir.H Juanda No.285 Dago Bandung
Ahad,28 Oktober 2012
Pukul:09.00-Dzuhur
DOWNLOAD
Bimbingan Ahkamul Janaiz By Ustad Abdullah Sholeh Al Hadramy
Salah satu kewajiban seorang muslim atas muslim adalah merawat jenazah nya dan mengiringi setelah dia meninggal dunia.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam." Lalu ada yang bertanya, "Apa itu ya Rasulullah." Maka beliau menjawab, "Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia -dengan bacaan yarhamukallah-, apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
Tausiyah Islam: Untukmu...Para Pengguna Internet - Ustadz Abuz Zubair Al-Hawary, Lc. - Yufid.TV
Tausiyah islam yang menyentuh qolbu, dengan tema: Untukmu... Para Pengguna Internet...
Anda pengguna internet? Saksikan video nasihat yang disampaikan oleh Ustadz Abuz Zubair Al-Hawary, Lc. berikut ini, semoga bermanfaat.
YUFID.TV
Sumber: http://yufid.tv/untukmu-para-pengguna-internet/
Senin, 22 Oktober 2012
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:تَفْضُلُ صَلَاةُ الْجَمِيعِ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ وَحْدَهُ بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ جُزْءًا, وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ. ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” Abu Hurairah kemudian berkata, “Jika mau silakan baca, “Sesungguhnya bacaan (shalat) fajar disaksikan (oleh para malaikat).” (QS. Al Israa: 78). (HR. Al-Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)
Usman bin Affan berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)
Jundab bin Abdillah Al-Qasri berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)
Penjelasan ringkas:
Shalat subuh merupakan shalat yang agung lagi disaksikan. Disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari, karena pada saat shalat subuh itulah mereka bergantian, malakait malam naik ke langit dan malaikat siang turun ke bumi. Barangsiapa yang mengerjakannya secara berjamaah -dengan syarat dia juga mengerjakan shalat isya secara berjamaah- maka sungguh seakan-akan dia telah shalat semalam suntuk. Dan orang yang mengerjakan shalat subuh maka dia berada dalam tanggungan, jaminan, dan penjagaan dari Allah. Dialah yang akan mengambilkan haknya dari orang lain yang telah melanggar haknya dengan kezhaliman.
Semua keutamaan di atas hanya pantas didapatkan oleh seorang mukmin sejati. Karenanya shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat subuh ini, karena mereka tidak pantas untuk mendapatkan semua keutamaan di atas.
SUMBER :
http://al-atsariyyah.com/
Langganan:
Postingan (Atom)